Mengapa Pakaian Bayi Harus Aman?

Menurut Prof. Dr. Dirk Hoefer (Director of the Institute for Hygiene and Biotechnology and the Competence Centre for Textiles and Skin at the Hohenstein Institute – Boennigheim), kulit bayi lima kali lebih tipis dari kulit orang dewasa oleh karena itu kulit bayi jauh lebih sensitif. Sejak bayi lahir hingga usia beberapa bulan bayi sangat sensitif terhadap suhu di luar tubuhnya karena lapisan jaringan lemak di bawah kulitnya belum benar-benar berkembang. Selain itu, kelenjar yang menghasilkan sebum (minyak kulit) dan keringat juga belum matang, sehingga kulit bayi mengering lebih cepat. Hal ini juga yang menjadikan bayi belum dapat mengatur suhu tubuhnya. Karena lapisan pelindung keringat dan sebum belum siap, kulit tidak dapat berfungsi sepenuhnya sebagai pelindung, sehingga patogen dan zat yang tidak diinginkan dapat dengan mudah menembus ke dalam tubuh. Bayi dan anak-anak kecil juga menghasilkan melanin dengan jumlah yang masih sedikit, akibatnya mereka hampir tidak memiliki pertahanan endogen terhadap radiasi UV. Perlindungan UV alami seorang anak belum sepenuhnya berkembang sampai berusia sekitar 14 tahun.

Pakaian, seprei, handuk, selimut serta produk tekstil lainnya yang bersentuhan langsung dengan kulit bayi harus benar-benar memiliki tekstur yang halus, lembut dan lentur sehingga tidak menyebabkan iritasi. Satu hal yang juga sangat penting adalah untuk memastikan bahwa semua produk tekstil tersebut bebas dari zat berbahaya. Selain kontak tubuh, zat berbahaya ini dapat juga masuk ke tubuh karena terhisap atau terhirup oleh bayi dan dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti keracunan atau gangguan kesehatan lainnya.

Pada umumnya, proses pembuatan bahan tekstil melibatkan bahan kimia yang mungkin mengandung berbagai material berbahaya di dalamnya, seperti Formaldehyde (dipakai agar pakaian tidak mudah berjamur/pengawet), AZO (dalam pewarna), Alkylphenols (terdapat pada proses pencucian), Phthalates (pelunak PVC, karet pinggang), Senyawa Organotin (anti jamur/anti bau), Chlorobenzenes (pelarut zat pewarna), Chlorinated Solvents (pemutih), logam berat : kadmium, timbal, merkuri dan kromium (terdapat dalam pewarna) dll.

Velvet Junior sejak awal selalu berkomitmen untuk mendukung tumbuh kembang buah hati, dengan selalu berusaha menghadirkan produk terbaik yang tidak hanya sekedar lembut dan nyaman saja, tetapi juga memastikan setiap produk yang dihadirkan benar-benar terjamin aman dan sehat bebas bahan berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *