Asah Asih Asuh

Buah hati adalah anugerah luar biasa dari Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki potensi kecerdasan dan keunikan masing-masing, berbeda satu dengan yang lainnya.

Peran orang tua adalah mengoptimalkan dan memaksimalkan potensi buah hati tersebut selama periode tumbuh dan berkembangnya bahkan sebelum mereka terlahir ke dunia.

Sebagai orang tua, kita akan selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hati tercinta. Demi si buah hati, kita akan selalu belajar dan belajar untuk memaksimalkan peran sebagai orang tua yang terbaik untuk mereka. Memaksimalkan peran kita untuk memberikan kebutuhan dasar untuk kehidupan mereka kelak: asuh, asih, asah.

Asih

Memenuhi kebutuhan emosional si buah hati akan kasih sayang, perhatian, kelembutan, serta rasa aman dan nyaman, sejak mereka masih di dalam kandungan hingga terlahir ke dunia, bertumbuh dan berkembang menjadi individu mandiri yang bertanggung jawab, berkarakter baik dan bermanfaat untuk lingkungannya.

Asuh

Memberikan yang terbaik akan kebutuhan biomedis si buah hati. Asuh diberikan sejak buah hati di dalam kandungan seperti menjaga kesehatan fisik dan emosi selama kehamilan, mengkonsumsi asupan gizi yang baik dan cukup untuk ibu serta dukungan keluarga untuk lingkungan yang selalu aman dan nyaman selama proses kehamilan.

Setelah si buah hati lahir, kita juga harus menyediakan tempat dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk si mungil meniti jalan tumbuh dan kembangnya, memberikan pakaian yang baik, lembut, aman, sehat dan nyaman sesuai tempat dan kebutuhannya, agar si kecil bebas untuk tumbuh dan berkembang, memberikan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang serta melakukan perawatan dasar kesehatan dan menjaganya untuk tetap sehat setiap saat.

Asah.

Menghadirkan fasilitas, ruang, alat dan waktu untuk memaksimalkan potensi kecerdasan si buah hati. Meng”asah” atau men-stimulasi dilakukan sejak si buah hati berusia kurang lebih 16 minggu dalam kandungan hingga saat persalinan, seperti mengusap, menekan dan mengguncang perut ibu dengan lembut sambil mengajaknya berbicara. Ketika buah hati terlahir di dunia usia 0-2 tahun seiring tumbuh kembang 80% otaknya, stimulasi kita lakukan semakin intens dan sesuai porsi usia dan kebutuhannya, baik kemampuan motorik kasar dan halus hingga kecerdasan majemuknya:

  1. Kecerdasan Bahasa (Linguistic Intelligence)
  2. Kecerdasan Musik (Musical Intelligence)
  3. Kecerdasan Logika-Matematika (Logical-Mathematical Intelligence)
  4. Kecerdasan Visual-Spasial (Visual-Spatial Intelligence)
  5. Kecerdasan Kinestetik-Tubuh (Bodily-Kinesthetic Intelligence)
  6. Kecerdasan Intrapersonal (Intrapersonal Intelligence)
  7. Kecerdasan Interpesonal (Interpersonal Intelligence)
  8. Kecerdasan Naturalis (Naturalist Intelligence)

Semua anak pada dasarnya memiliki potensi kecerdasan majemuk tersebut, hanya saja berbeda pada setiap anak-nya, satu anak lebih menonjol di satu kecerdasan dan anak yang lain lebih menonjol di kecerdasan yang lain. Peran orang tua adalah memberikan ruang dan fasilitas untuk memaksimalkan potensi tersebut.

Velvet Junior, sejak awal kehadirannya, bersama ibu berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada buah hati tercinta. Menghadirkan pakaian bayi  dengan bahan dan material yang terjamin aman dan sehat, lembut dan nyaman untuk dipakai setiap saat, sepanjang hari, mendampingi mereka beraktivitas bermain dan belajar mengeksplorasi dunia hingga terlelap dalam mimpi. Menghadirkan warna-warni dan desain motif serta karakter yang seru yang mampu merangsang visual dan imajinasi si buah hati serta menginspirasi Bunda untuk memberikan stimulasi memanfaatkan benda-benda yang ada di lingkungan sekitarnya, baik gerakan, permainan, musik hingga cerita seru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *